Senin, 02 November 2020

Job Design & Work Method & Organization

 

MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL

Job Design & Work Method & Organization


DOSEN PENGAJAR:

Dr. Supawi Pawenang, SE, MM

 

DISUSUN OLEH :

Putri Erlina Nugraheni

(2019020133)

 

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN

UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

Jln. KH.AgusSalim No.10 Telp. 0271-714751 Surakarta 57147 2019/2020

 

 

 

1.      Pengertian Job Design

Job Design (desain pekerjaan) adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan pada karyawan. Oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu sistem kerja yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien yang dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif, mengurangi timbulnya rasa bosan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja, desain pekerjaan terkadang digunakan untuk menghadapi stress kerja yang dihadapi karyawan (Sulipan, 2000).

Perancangan pekerjaan (job design) adalah proses menentukan tugas tugas spesifik untuk dikerjakan, metode-metode yang dipakai dalam menjalanakn tugas-tugas tersebut, dan cara pekerjaan yang bersangkutan berhubungan dengan pekerjaan lain dalam  organisasi (Mondy, 2008)

 

2.      Unsur-Unsur Job Design

a.    Unsur-Unsur Organisasi

Unsur organisasi menurut Handoko (2000) mempunyai kaitan erat dengan desain pekerjaan yang efisien untuk mencapai output maksimum dari pekerjaan-pekerjaan karyawan. Unsur organisasi terdiri dari:

1)   Pendekatan mekanik berupaya mengidentifikasi setiap tugas dalam suatu pekerjaan guna meminimumkan waktu dan tenaga dan biaya

2)   Aliran kerja dipengaruhi oleh sifat komoditi yang dihasilkan oleh suatu organisasi atau perusahaan guna menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan.

3)   Praktek–praktek kerja yaitu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan, ini bisa berdasarkan kebiasaan yang berlaku dalam perusahaan, perjanjian atau kontrak serikat kerja karyawan.

b.      Unsur-Unsur Lingkungan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi desain pekerjaan adalah tersedianya tenaga kerja yang potensial, yang mempunyai kemampuan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

c.       Unsur-Unsur Perilaku

Perilaku merupakan salah satu instrumen terpenting yang dapat mempengaruhi job design dalam sebuah perusahaan, karena dalam perilaku dalam bekerja sangat beranekaragam.

3.      Tujuan Job Design

Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Menurut (Sunarto, 2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :

a.    Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.

b.    Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.

c.    Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.

d.   Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.

e.    Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi

 

4.      Manfaat Job Design

Desain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. 

 

Metode Analisis dan improvement

Tujuan mempelajari metode kerja adalah untuk promoting work dan tidak terlepas dari itu, tujuan mempelajari metode kerja juga adalah untuk mengurangi kelelahan pekerja dan meningkatkan keselamatan kerja. Akan tetapi sebagian orang berpendapat bahwa cara yang paling efisien untuk melaksanakan pekerjaan adalah dengan cara yang paling melelahkan. Promosi kerja yang paling efisien adalah salah satu tujuan dari mereka yang meneliti tentang metode kerja dan tidak dapat dipisahkan dari tujuan yang lain.

Ø  (tahapan):

Pelaksanaan lima tahapan di atasperlu memperhatikan:

•Methods analysis

•Some simple principles of job design

•Work aids and ergonomics

•Training

Memuat…

Metode Analisis
(bidang garapan:)

•System & subsystem analysis

•Worker & task level analysis

•Worker-machine coordination

•Group coordination

Beberapa prinsip sederhana dalamjob design

•Coprocessing:
-activephase
-passivephase
- parallel processing

•Backhauling: alur pulang-pergi (PP trip)

•Designing human activities to be compatible with the human body (Ergonomic):
- normally produce less fatique

•Continuous improvement & worker consultation
- improvisasi

Work aids and ergonomics

•Menggunakan peralatan dan perlengkapanuntuk memudahkan pekerja (using tools and equipment to reduce human effort)

•Ergonomics: (suatu disiplin ilmu yang perhatiannya pada desain peralatan, perlengkapan, area kerja dengan tujuanmembuat pekerja lebih produktif, meminimalisir stress kerja, kecelakaan kerja, dan kelelahan).

•Arrange the workplace for convenience

•Poka-Yoke: istilah yg dipopulerkan Shigeo Shingo, dengan arti anti kesalahan (mistake-proofing). Maka desain kerjanya berprinsip: lebih cepat lebih baik (faster-better)

Training (pelatihan)

•Seluruh upaya peningkatan pengetahuan danketerampilan pekerja agar lebih produktif

•Pelatihan diarahkan juga untuk:
- menyeleksi job content
- desain metode kerja
- penggunaan peralatan yang cocok
- menyeleksi desain ergonomi
- menghindari pemborosan (waktu, tenaga, biaya)
- menentukan standar kerja

Work standard:

•Employee evaluation and compensation

•Personnel and production scheduling

•Product costing and pricing

•Process design and capacity planning

Lingkungan kerja 
perlu memperhatikan:

•Kebersihan (cleanliness)

•Pencahaaan (illumination)

•Suhu dan kelembaban (temperature and humidity)

•Kebisingan (noise and sound)

Memuat…

Pengorganisasian kerja meliputi:

•Job satisfaction

•Process improvement