MAKALAH MANAJEMEN
OPERASIONAL
Job Design & Work Method &
Organization

DOSEN PENGAJAR:
Dr. Supawi Pawenang,
SE, MM
DISUSUN OLEH :
Putri Erlina
Nugraheni
(2019020133)
FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA
Jln. KH.AgusSalim No.10 Telp. 0271-714751 Surakarta 57147 2019/2020
1.
Pengertian Job Design
Job Design (desain
pekerjaan) adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan pada
karyawan. Oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu sistem kerja yang
dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien yang
dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif, mengurangi timbulnya
rasa bosan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja, desain pekerjaan terkadang
digunakan untuk menghadapi stress kerja yang dihadapi karyawan (Sulipan, 2000).
Perancangan pekerjaan (job
design) adalah proses menentukan tugas tugas spesifik untuk dikerjakan,
metode-metode yang dipakai dalam menjalanakn tugas-tugas tersebut, dan cara
pekerjaan yang bersangkutan berhubungan dengan pekerjaan lain
dalam organisasi (Mondy, 2008)
2.
Unsur-Unsur Job Design
a. Unsur-Unsur
Organisasi
Unsur organisasi
menurut Handoko (2000) mempunyai kaitan erat dengan desain pekerjaan yang efisien
untuk mencapai output maksimum dari pekerjaan-pekerjaan karyawan. Unsur
organisasi terdiri dari:
1) Pendekatan
mekanik berupaya mengidentifikasi setiap tugas dalam suatu pekerjaan guna
meminimumkan waktu dan tenaga dan biaya
2) Aliran
kerja dipengaruhi oleh sifat komoditi yang dihasilkan oleh suatu organisasi
atau perusahaan guna menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan.
3) Praktek–praktek
kerja yaitu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan, ini bisa berdasarkan
kebiasaan yang berlaku dalam perusahaan, perjanjian atau kontrak serikat kerja
karyawan.
b. Unsur-Unsur
Lingkungan
Faktor lingkungan yang
mempengaruhi desain pekerjaan adalah tersedianya tenaga kerja yang potensial,
yang mempunyai kemampuan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
c. Unsur-Unsur
Perilaku
Perilaku merupakan
salah satu instrumen terpenting yang dapat mempengaruhi job design dalam sebuah
perusahaan, karena dalam perilaku dalam bekerja sangat beranekaragam.
3. Tujuan Job
Design
Desain pekerjaan mutlak
dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang
dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan
yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Menurut (Sunarto, 2005) desain
pekerjaan memiliki tujuan agar :
a. Efisiensi
operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.
b. Fleksibilitas
dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.
c. Minat,
tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
d. Tanggung
jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan
efektifitas tim.
e. Integrasi
kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi
4. Manfaat Job
Design
Desain pekerjaan
merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena
selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan
melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan mutlak
dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan
adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang
dilakukan menjadi terarah dan jelas.
Metode Analisis dan improvement
Tujuan mempelajari
metode kerja adalah untuk promoting work dan tidak terlepas dari itu,
tujuan mempelajari metode kerja juga adalah untuk mengurangi kelelahan pekerja
dan meningkatkan keselamatan kerja. Akan tetapi sebagian orang berpendapat
bahwa cara yang paling efisien untuk melaksanakan pekerjaan adalah dengan cara
yang paling melelahkan. Promosi kerja yang paling efisien adalah salah satu
tujuan dari mereka yang meneliti tentang metode kerja dan tidak dapat
dipisahkan dari tujuan yang lain.
Ø (tahapan):
Pelaksanaan lima tahapan di atasperlu memperhatikan:
•Methods analysis
•Some simple principles
of job design
•Work aids and
ergonomics
•Training
Memuat…
Metode Analisis
(bidang garapan:)
•System & subsystem
analysis
•Worker & task
level analysis
•Worker-machine
coordination
•Group coordination
Beberapa prinsip sederhana dalamjob
design
•Coprocessing:
-activephase
-passivephase
- parallel processing
•Backhauling: alur pulang-pergi (PP
trip)
•Designing human
activities to be compatible with the human body (Ergonomic):
- normally produce less fatique
•Continuous improvement
& worker consultation
- improvisasi
Work aids and
ergonomics
•Menggunakan peralatan dan perlengkapanuntuk memudahkan pekerja (using
tools and equipment to reduce human effort)
•Ergonomics: (suatu disiplin ilmu yang perhatiannya pada desain peralatan, perlengkapan,
area kerja dengan tujuanmembuat pekerja lebih produktif, meminimalisir stress kerja, kecelakaan kerja, dan kelelahan).
•Arrange the workplace
for convenience
•Poka-Yoke: istilah yg dipopulerkan Shigeo
Shingo, dengan arti anti kesalahan (mistake-proofing). Maka desain kerjanya berprinsip: lebih cepat lebih baik (faster-better)
Training (pelatihan)
•Seluruh upaya peningkatan pengetahuan danketerampilan pekerja agar lebih produktif
•Pelatihan diarahkan juga untuk:
- menyeleksi job content
- desain metode kerja
- penggunaan peralatan yang cocok
- menyeleksi desain ergonomi
- menghindari pemborosan (waktu, tenaga, biaya)
- menentukan standar kerja
Work standard:
•Employee evaluation
and compensation
•Personnel and
production scheduling
•Product costing and
pricing
•Process design and
capacity planning
Lingkungan kerja
perlu memperhatikan:
•Kebersihan (cleanliness)
•Pencahaaan (illumination)
•Suhu dan kelembaban (temperature
and humidity)
•Kebisingan (noise
and sound)
Memuat…
Pengorganisasian kerja meliputi:
•Job satisfaction
•Process improvement
Tidak ada komentar:
Posting Komentar