Senin, 11 Januari 2021

Ujian Akhir Semester (Manajemen Operasional)

MAKALAH UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN OPERASIONAL



DOSEN PENGAJAR:

Dr. Supawi Pawenang, SE, MM

 

DISUSUN OLEH :

Putri Erlina Nugraheni

(2019020133)

 

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN

UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

Jln. KH.AgusSalim No.10 Telp. 0271-714751 Surakarta 57147 2019/2020

 




Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, serta penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan cara-cara tertentu.

Akuntansi biaya merupakan salah satu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi dalam prosesnya menghasilkan barang atau jasa.

Pencatatan biaya ini juga berisikan penafsiran terhadap metode penggolongan dan peringkasan yang dipakai dalam akuntansi biaya. Perlu diketahui bahwa metode atau pendekatan yang biasa digunakan dalam akuntansi biaya adalah pendekatan biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), serta biaya berdasarkan hasil (cost-volume profit/CVP).

Akuntansi Biaya Menurut Para Ahli

· Menurut Schaum

Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utamanya adalah melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.

· Rayburn

Akuntansi biaya adalah hal yang memiliki tujuan untuk mengidentifikasikan, mengukur, melaporkan, serta menganalisis segala unsur biaya baik merupakan biaya langsung ataupun tidak langsung yang berkaitan pada proses produksi dan pemasaran barang dan jasa yang diproduksi dalam sebuah perusahaan.

· Menurut Carter dan Usry

Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.

 

Pengertian Biaya pada Akuntansi Biaya

Secara luas, biaya bisa diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomis, yang diukur dalam satuan uang yang telah dipakai atau kemungkinan akan dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Sementara dalam aktivitas akuntansi biaya, biaya merupakan sumber daya maupun waktu yang terukur dalam satuan uang yang dikorbankan atau dipakai dalam usaha untuk memperoleh penghasilan atau keuntungan.

Saat biaya telah habis terpakai, maka sebutannya berubah menjadi ‘beban’ yang juga bisa disebut sebagai harga pokok pembuatan suatu barang atau jasa.

 

Tujuan Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya bertujuan untuk menyediakan informasi biaya bagi kepentingan manajemen, agar mempermudah mereka dalam mengelola keuangan perusahaan. Berikut ini poin-poin tujuan akuntansi biaya yang harus Anda pahami:

· Mengendalikan biaya perusahaan, contohnya diawali dengan menentukan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan produksi terhadap satuan produk maupun jasa.

· Menentukan harga pokok suatu produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan, dengan melihat ringkasan seluruh komponen biaya yang berhubungan dengan proses produksi yang juga menjadi biaya historis perusahaan. Akuntansi biaya merupakan dokumen yang valid lantaran proses perancangannya berlandaskan pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang masih berlaku.

· Menghasilkan informasi bagi manajemen sebagai dasar untuk merencanakan alokasi sumber daya untuk menghasilkan suatu barang atau jasa di kemudian hari.

Fungsi Akuntansi Biaya

1. Membuat harga produk menjadi kompetitif di pasaran, lantaran penentuan harga pokok telah diputuskan dengan pertimbangan biaya produksi yang terdapat pada akuntansi biaya.

2. Mengukur pengorbanan nilai masukan (modal) agar manajemen bisa melihat apakah usahanya mendapat profit atau tidak.

3. Mempermudah manajemen dalam mengambil keputusan rencana keuangan masa di masa berikutnya, karena informasi dalam akuntansi biaya dipercaya benar dan relevan.  Lantaran bisa membantu dalam hal pengambilan keputusan, maka laporan akuntansi biaya juga masuk dalam bagian akuntansi manajemen.

4. Selain untuk perencanaan, kegiatan ini juga dapat mejadi alat pengendalian keuangan perusahaan karena dengan adanya akuntansi biaya, manajemen dapat lebih mudah melakukan monitoring apakah terjadi selisih perhitungan atau tidak.

 

Manfaat Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya dapat memenuhi kebutuhan internal manajemen perusahaan maupun pihak eksternal seperti investor, kreditur, dan lain sebagainya.

Penyajian catatan biaya untuk internal perusahaan bermanfaat untuk membantu manajemen perusahaan dalam menyusun rencana atau mengambil keputusan terkait keuangan. Mengingat rencana dan keputusan tersebut merupakan hal yang cukup krusial dan harus berdasarkan perhitungan yang jelas, sehingga dapat disesuaikan dengan keperluan manajemen.

Informasi dalam pencatatan dan analisa dalam akuntansi biaya juga bermanfaat bagi internal perusahaan untuk:

1. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang.

2. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen.

3. Menghasilkan manfaat di masa depan.

4. Menyediakan informasi biaya bagi kepentingan manajemen guna membantu mereka dalam mengelola perusahaan atau bagiannya.

 

Objek Dalam Pencatatan Biaya

Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective) adalah suatu satuan atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur dalam akuntansi biaya. Berikut adalah aktivitas yang dapat menjadi objek biaya:

–          Proses produksi

–          Pemasaran

–          Unit-unit kerja (departemen)

–          Kontrak atau proyek

–          Lini produk dan tujuan strategis

Nah, itu tadi ulasan mengenai akuntansi biaya. Sekarang Anda sudah tahu kan bahwa keberadaan akuntansi biaya sangat penting untuk kelangsungan dan penentuan masa depan strategi suatu bisnis. Lantaran kegiatan tersebut dapat menunjukkan nilai riil dari penghitungan biaya produksi dan pemasaran suatu produk, yang terkadang menjadi mesin pendapatan utama suatu perusahaan, selain investasi.


1. Pengertian SIM dalam Organisasi

Sistem:
merupakan sekumpulan prosedur, tata kerja, metode, yang menghubungkan elemen-elemen yang ada dalam organisasi yang digunakan sebagai wahana tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Sistem memerlukan keseimbangan, kesamaan, kejelasan prosedur, dan pengimplementasian.

Informasi:
data yang diperlukan untuk memahamkan pengetahuan seseorang atau kelompok.

Manajemen:
ilmu atau seni untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengaplikasikan, dan mengendalikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan

 

2. Organisasi harus memiliki

Suatu sistem pemanajemenan informasi yang ada dalam lingkup suatu organisasi. 

Sekumpulan tata kerja, prosedur, dan metode yang digunakan untuk mengintegrasikan informasi yang ada dalam suatu manajemen, yang mempunyai asumsi-asumsi keseimbangan, kesamaan, kejelasan prosedur, yang terorganisir untuk mencapai tujuan.

 

3. Organisasi yang baik

Berlangsungnya kejelasan prosedur

Berlangsungnya keseimbangan

Berlangsungnya kesepadanan

Berlangsungnya keadilan

Tercapainya tujuan dengan efektif dan efisien

Tingginya tingkat penerimaan dan ketaatan

 

4. Ruang lingkung organisasi

Manajemen sumber daya manusia

Manajemen pemasaran

Manajemen Keuangan

Manajemen operasional

 

5. Organisasi SDA

Informasi yang ada dalam SDM meliputi:
- rekruitmen
- seleksi
- pelatihan dan pengembangan
- penempatan
- analisis jabatan
- penggajian
- pemberhentian

 

 

 


Forecasting

Bisa diterapkan untuk:
- Product
- Interest rates
- Market Share
- Price

Memerlukan:
- Forecasting Methods

 

1. Model kuantitatif

Perlu memperhatikan:

Gambar dan data yang relevan

Seleksi bentuk umum dari suatu fungsi

Mengestimasi parameter-parameter dari fungsi

Mengevaluasi kualitas model

Menyeleksi dan menerapkan model terbaik

 

2 model kualitatif

Diterapkan ketika:

Data sedikit/tidak ada sama sekali

Lingkungan tidak stabil

Horison waktu lebih lama dari 5 tahun

Bentuknya:
- group averaging
- group census
- delphi

 



Senin, 02 November 2020

Job Design & Work Method & Organization

 

MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL

Job Design & Work Method & Organization


DOSEN PENGAJAR:

Dr. Supawi Pawenang, SE, MM

 

DISUSUN OLEH :

Putri Erlina Nugraheni

(2019020133)

 

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN

UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

Jln. KH.AgusSalim No.10 Telp. 0271-714751 Surakarta 57147 2019/2020

 

 

 

1.      Pengertian Job Design

Job Design (desain pekerjaan) adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan pada karyawan. Oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu sistem kerja yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien yang dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif, mengurangi timbulnya rasa bosan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja, desain pekerjaan terkadang digunakan untuk menghadapi stress kerja yang dihadapi karyawan (Sulipan, 2000).

Perancangan pekerjaan (job design) adalah proses menentukan tugas tugas spesifik untuk dikerjakan, metode-metode yang dipakai dalam menjalanakn tugas-tugas tersebut, dan cara pekerjaan yang bersangkutan berhubungan dengan pekerjaan lain dalam  organisasi (Mondy, 2008)

 

2.      Unsur-Unsur Job Design

a.    Unsur-Unsur Organisasi

Unsur organisasi menurut Handoko (2000) mempunyai kaitan erat dengan desain pekerjaan yang efisien untuk mencapai output maksimum dari pekerjaan-pekerjaan karyawan. Unsur organisasi terdiri dari:

1)   Pendekatan mekanik berupaya mengidentifikasi setiap tugas dalam suatu pekerjaan guna meminimumkan waktu dan tenaga dan biaya

2)   Aliran kerja dipengaruhi oleh sifat komoditi yang dihasilkan oleh suatu organisasi atau perusahaan guna menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan.

3)   Praktek–praktek kerja yaitu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan, ini bisa berdasarkan kebiasaan yang berlaku dalam perusahaan, perjanjian atau kontrak serikat kerja karyawan.

b.      Unsur-Unsur Lingkungan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi desain pekerjaan adalah tersedianya tenaga kerja yang potensial, yang mempunyai kemampuan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

c.       Unsur-Unsur Perilaku

Perilaku merupakan salah satu instrumen terpenting yang dapat mempengaruhi job design dalam sebuah perusahaan, karena dalam perilaku dalam bekerja sangat beranekaragam.

3.      Tujuan Job Design

Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Menurut (Sunarto, 2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :

a.    Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.

b.    Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.

c.    Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.

d.   Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.

e.    Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi

 

4.      Manfaat Job Design

Desain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. 

 

Metode Analisis dan improvement

Tujuan mempelajari metode kerja adalah untuk promoting work dan tidak terlepas dari itu, tujuan mempelajari metode kerja juga adalah untuk mengurangi kelelahan pekerja dan meningkatkan keselamatan kerja. Akan tetapi sebagian orang berpendapat bahwa cara yang paling efisien untuk melaksanakan pekerjaan adalah dengan cara yang paling melelahkan. Promosi kerja yang paling efisien adalah salah satu tujuan dari mereka yang meneliti tentang metode kerja dan tidak dapat dipisahkan dari tujuan yang lain.

Ø  (tahapan):

Pelaksanaan lima tahapan di atasperlu memperhatikan:

•Methods analysis

•Some simple principles of job design

•Work aids and ergonomics

•Training

Memuat…

Metode Analisis
(bidang garapan:)

•System & subsystem analysis

•Worker & task level analysis

•Worker-machine coordination

•Group coordination

Beberapa prinsip sederhana dalamjob design

•Coprocessing:
-activephase
-passivephase
- parallel processing

•Backhauling: alur pulang-pergi (PP trip)

•Designing human activities to be compatible with the human body (Ergonomic):
- normally produce less fatique

•Continuous improvement & worker consultation
- improvisasi

Work aids and ergonomics

•Menggunakan peralatan dan perlengkapanuntuk memudahkan pekerja (using tools and equipment to reduce human effort)

•Ergonomics: (suatu disiplin ilmu yang perhatiannya pada desain peralatan, perlengkapan, area kerja dengan tujuanmembuat pekerja lebih produktif, meminimalisir stress kerja, kecelakaan kerja, dan kelelahan).

•Arrange the workplace for convenience

•Poka-Yoke: istilah yg dipopulerkan Shigeo Shingo, dengan arti anti kesalahan (mistake-proofing). Maka desain kerjanya berprinsip: lebih cepat lebih baik (faster-better)

Training (pelatihan)

•Seluruh upaya peningkatan pengetahuan danketerampilan pekerja agar lebih produktif

•Pelatihan diarahkan juga untuk:
- menyeleksi job content
- desain metode kerja
- penggunaan peralatan yang cocok
- menyeleksi desain ergonomi
- menghindari pemborosan (waktu, tenaga, biaya)
- menentukan standar kerja

Work standard:

•Employee evaluation and compensation

•Personnel and production scheduling

•Product costing and pricing

•Process design and capacity planning

Lingkungan kerja 
perlu memperhatikan:

•Kebersihan (cleanliness)

•Pencahaaan (illumination)

•Suhu dan kelembaban (temperature and humidity)

•Kebisingan (noise and sound)

Memuat…

Pengorganisasian kerja meliputi:

•Job satisfaction

•Process improvement

 

Kamis, 16 Juli 2020

Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro (Ujian Akhir Semester)


Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro
Nama                          : Putri Erlina Nugraheni
NIM                            : 2019020133
Semester/Kelas          : 2 / Manajemen B2




1.        a) produksi adalah Proses mewujudkan suatu produk baru atau transformasi dari bahan  mentah menjadi barang jadi dan  Pemberian Nilai Tambah
              b) yang perlu di perhatikan dalam hal industri
Ø  Perencanaan Produksi
Hal ini dilakukan dengan tujuan mengadakan persiapan yang sistematis bagi proses produksi yang akan di jalankan. Adapun beberapa unsur yang biasa di bahas saat tahapan perencanaan ini antara lain :
 - Jenis barang yang diproduksi
- Kualitas barang
- Jumlah barang
- Bahan baku
- Dan pengendalian produksi
Ø  Pengendalian Produksi
Tujuan dari pengendalian produksi adalah menyusun proses kerja yang perlu dilakukan agar proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahapan pengendalian produksi antara lain
- Menyusun perencanaan kerja
- Membuat penjadwalan kerja
- Dan menentukan target pemasaran produk
Ø  Pengawasan Produksi
Setelah perencanaan dan proses kerja telah tersusun, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengawasan agar proses produksi yang berjalan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini antara lain :
- Menetapkan kualitas
- Menetapkan standar barang atau jasa
- Memastikan pelaksanaan produksi tepat waktu

2.  a) * Biaya Tetap
 -  Biaya yang tidak terpengaruh oleh kuantitas output produksi
- Biaya tetap per unit produksi cenderung menurun (ini digunakan untuk mengukur
  skala ekonomi jangka panjang)
        * Biaya variabel
-  Biaya yang dipengaruhi oleh output produksi. Hubungannya searah (korelasi positif)
-  Biaya variabel per unit produksi cenderung tetap (ini digunakan untuk mengukur skala ekonomi jangka panjang)
     b)      * Ragam biaya tetap seperti penyusutan alat, pajak keseluruhan, Gaji pimpinan
   * Ragam biaya variabel contoh nya seperti biaya bahan baku, biaya bahan pelengkap, biaya tenaga kerja, dan biaya lain - lain

3. a)  berikut beberapa teori cara memperoleh laba:
 • Teori Pembuangan Resiko: jika resikoresiko kerugian dapat dihindari.
• Teori Friksi: Jika menang dalam mengambil kesempatan ketika friksi terjadi
• Teori Monopoli: Jika memonopoli usaha.
• Teori Inovasi: Jika inovasi lebih awal dibanding pesaingnya.
• Teori Efisiensi: Jika efisien dalam operasionalnya.
• Teori Kompensasi: jika mampu memuaskan konsumen, dan mempertahankan efisiensi.
   b) produsen perlu memahami manajemen pemasaran dalam upaya untuk memperolehlaba karena untuk mempertahankan hubungan yang efektif dengan pelanggan, yang akan memungkinkan mereka untuk merencanakan dan melaksanakan rencana pemasaran.

4. a)  kenapa Produsen perlu memahami konsumsi masyarakat? agar masyarakat bersedia memberli barang atau jasa perusahaan, sebelum pemasaran dilakukan, manajer pemasaran terlebih dahulu harus mempengaruhi konsumsi konsumen seperti mengapa dan bagaimana mereka bertingkah laku demikian, dengan mempelajari konsumsi konsumen, menager akan mengetahui kegiatan pemasaran yang tepat ataupun kesempatan baru yang berasal dari belum terpenuhinya kebutuhan serta kemudian, mengidentifikasinya untuk mengadakan segmentasi pasar.
    b) konsumsi ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
  c) faktor yang menyebabkan terjadinya konsumsi:
      1. Tingkat Pendapatan Makin tinggi tingkat pendapatan suatu rumah tangga, akan semakin tinggi tingkat konsumsinya.
2. Tingkat Harga Banyak sedikitnya barang yang akan dikonsumsi sangat bergantung pada haga.
3. Sikap dan Gaya Hidup Sikap dan gaya hidup seseorang sangat mempengaruhi tingkat konsumsi.
4. Adat istiadat juga dapat mempengaruhi konsumsi. Misalnya, untuk upacata tradisional diperlukan barang-barang tertentu
5. Model Barang Model barang yang sedang tren dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dalam konsumsi.


Rabu, 22 April 2020

PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO (UJIAN TENGAH SEMESTER)


  1.  4 sektor penentu perekonomian
a.       Sektor Rumah Tangga (Households Sector), yang terdiri atas sekumpulan individu yg dianggap homogen & identik.
b.      Sektor Perusahaan (Firms Sector), yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi brg & jasa.
c.       Sektor Pemerintah (Government Sector), yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat & perusahaan.
d.      Sektor Luar Negeri ( Foreign Sector), yaitu sektor perekonomian dunia, dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor.
  1. jelaskan teori permintaan dan teori penawaran, serta gambarkan hubungannya hingga terbentuknya harga
  1. Teori Permintaan
                                  ·            Diturunkan dari perilaku konsumen dalam kaitannya dengan keputusan membeli suatu produk.
                                  ·            Ketika memutuskan membeli suatu produk, konsumen umumnya memperhatikan banyak aspek, seperti: harga, kualitas, kuantitas, trend, selera, harga produk lain, income, merk, musim, dan sebagainya.
                                  ·            Aspek-aspek itu lalu dianalisis menggunakan model analisis
  1. Teori Penawaran
                                  ·            Diturunkan dari perilaku produsen dalam kaitannya memasarkan barang yang diproduksi.
                                  ·            Ketika harga barang di pasaran naik, maka jumlah barang yang ditawarkan (penawaran) akan bertambah.
                                  ·            Sebaliknya, jika harga turun, maka jumlah penawaran akan berkurang. Perilaku ini juga dimodelkan.

  1. Grafik terbentuknya harga











        3. Karakteristik pasar
a)      Pasar persaingan sempurna
adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.
b)      Pasar Monopoli
adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Produsen bebas untuk menentukan harga. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis". Harga ditentukan dari jumlah barang yang akan diproduksi, semakin sedikit banrang, semakin mahal harga barang tersebut.
c)      Pasar Monopolistik
adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek
d)     Pasar Oligopoli
adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.  Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

4. pengertian konsumsi dan Jelaskan tiga macam elastisitas harga terkait konsumsi
    1. konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai atau kegunaan dari barang dan jasa.
    2. Permintaan terhadap produk seringkali berubah tergantung respon konsumen atas perubahan harga. Perubahan ini disebut elastisitas harga.
                                                          ·            Elastisitas harga bisa dikategorikan dalam:  Eà-
                                                          ·            inelastis  < 1; perubahan harga tidak diikuti perubahan permintaan yg lebih besar  E = 1; perubahan hargaà- uniter elastis  diikuti perubahan permintaan yg sama besar  Eà-
                                                          ·            elastis  > 1 ; perubahan harga diikuti perubahan permintaan yg lebih besar